FungsiSosialisasi dan Pembentukan Kepribadian. Proses sosialisasi mayoritas individu dimulai dari lingkup keluarga. Di lingkungan keluarga, setiap anak mulai melakukan proses sosialisasi dengan berhubungan dengan ayah, ibu, dan saudaranya. Melalui proses sosialisasi itu, anak akan mendapatkan sesuatu yang sebelumnya belum dikenalnya sebagai
Manusia Nilai, Moral dan Hukum - Manusia, nilai, moral, dan hukum merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Masalah-masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia berkaitan dengan nilai, moral, dan hukum antara lain mengenai kejujuran, keadilan, menjilat, dan perbuatan negatif lainnya sehingga perlu dikedepankan pendidikan agama dan moral karena dengan adanya panutan, nilai, bimbingan
HUBUNGAN INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT Makna Individu • Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisahpisahkan antara jiwa dan raganya. • Para ahli Psikologi modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan suatu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagai keseluruhan, sebagai kesatuan. Kegiatan manusia sehari-hari merupakan kegiatan keseluruhan jiwa raganya. Bukan hanya kegiatan alat-alat tubuh saja, atau bukan hanya aktivitas dari kemampuan-kemampuan jiwa satu persatu terlepas daripada yang lain. Contoh Manusia sebagai makhluk individu mengalami kegembiraan atau kecewa akan terpaut dengan jiwa raganya. Tidak hanya dengan mata, telinga, tangan, kemauan, dan perasaan saja. Dalam kegembiraannya manusia dapat mengagumi dan merasakan suatu keindahan, karena ia mempunyai rasa keindahan, rasa estetis dalam individunya. Makna Keluarga • Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Di sini kita sebutkan 5 macam sifat yang terpenting dlm keluarga, yaitu 1 Hubungan suami-isteri • Hubungan ini mungkin berlangsung seumur hidup dan mungkin dalam waktu yang singkat saja. Adayang berbentuk monogomi, ada pula yang poligami. Bahkan masyarakat yang sederhana terdapat "group married", yaitu sekelompok wanita kawin dengan sekelompok laki-laki. 2 Bentuk perkawinan di mana suami-isteri itu diadakan dan dipelihara. • Dalam pemilihan jodoh dapat kita lihat, bahwacalon suami-isteri itu dipilihkan oleh orang-orangtua mereka. Sedang pada masyarakat lainnya diserahkan pada orangorang yang bersangkutan. Selanjutnya perkawinan ini ada yang berbentuk indogami yakni kawin di dalam golongan sendiri,ada pula yang berbentuk exogami, yaitu kawin diluar golongan sendiri 3 Susunan nama-nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan. • Di dalam beberapa masyarakat keturunan dihitung melalui garis laki-laki misalnya dibatak. Ini disebut patrilineal. Ada yang melalui garis wanita, di Minangkabau. Ini disebut Matrilineal, di mana kekuasaan terletak pada wanita. Di Minangkabau wanita tidak mempunyai hak apa-apa, bahkan hartanya pun tidak diurusi oleh wanita itu, melainkan diurus oleh adik atau saudara perempuannya. Sistem ini disebut Avonculat. 4 Milik atau harta benda keluarga. • Di manapun keluarga itu pasti mempunyai harta benda untuk kelangsungan hidup para anggota-anggotanya. Pada umumnya keluarga itu tempat bersama/rumah bersama. Makna Masyarakat • Mengenai arti masyarakat, di sini kita kemukakan beberapa definisi mengenai masyarakat itu dari para tokoh R. Linton Seorang ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. Herskovist menulis bahwa masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu. Gillin dan Gillin mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat itu meliputi pengelompokanpengelompokan yang lebih kecil. Steinmetz seorang sosiologi bangsa Belanda, mengatakan bahwa masyarakat adalahkelompok manusia yang terbesar yang meliputi pengelompokkan-pengelompokkan manusia yang lebihkecil, yang mempunyai perhubungan yang erat danteratur. Hasan Shadily mendefinisikan masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain. Jadi masyarakat adalah sekelompok orang atau keluarga yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. MASYARAKAT DAN INTERAKSI SOSIAL • • • • Definisi Interaksi Soasial Benduk-betuk Interaksi Soaial Sifat Kontak Sosial Status dan Peran Sosial INTERAKSI SOSIAL Pengertian Interaksi Sosial Mengutip Gillin dan Gillin dalam Cultural Sociology 1954; 489 Soekanto 2006;55 menegaskan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial Soekanto 2006; 54-55 merupakan kunci dari semua kehidupan sosial karena tanpa interaksi sosial, tak mungkin ada kehidupan bersama. Bertemunya orangperorangan secara badaniah belaka tidak akan menghasilkan pergaulan hidup. Pergaulan hidup baru akan terjadi apabila setiap orang dalam pergaulan itu terlibat dalam suatu interaksi. Syarat-Syarat terjadinya Interaksi sosial Soekanto 2006;58 menyatkan bahwa interaksi sosial tidak mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat yakni kontak sosial dan adanya komunikasi. 1. Kontak Sosial Kontak sosial berasal dari bahasa Latin con atau cum yang berarti bersama-sama atau tango yang berarti menyentuh. Kontak sosial dapat terjadi secara fisik, namun kemajuan teknologi informasi telah menghasilkan suatu bentuk kontak sosial yang baru. Orang dapat melakukan kontak sosial melalui telephone, telegraf, radio, surat dan lain sebagainya. Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk yakni – Kontak sosial antara orang perorangan. – Antara Orang perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya antara sekelompok manusia dengan orang perorangan. – Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia yang lainnya. 2. Komunikasi suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Baik komunikasi verbal atau nonverbal. Sifat-sifat Kontak Sosial Sebelum mendeskripsikan bentuk dari kontak sosial. Namun kontak sosial beberapa sifat – Kontak sosial tidak hanya tergantung pada tindakan, melainkan juga tanggapan terhadap tindakan itu. Kita dapat saja melakukan komunikasi panjang lebar dengan seseorang lain, tetapi kalau tidak ada tanggapan, maka tindakan itu tidak dapat dikategorikan sebagai kontak sosial. – Kontak sosial dapat bersifat negatif dan positif. Kontak sosial yang bersifat positif akan menghasilkan kerja, dan sebaliknya kontak sosial yang negatif akan menghasilkan konflik atau pertentangan. – Suatu Kontak sosial juga dapat bersifat primer dan sekunder. Dalam kontak sosial primer, dua subyek yang mengadakan kontak saling berhadapan muka, mereka tidak menggunakan media atau sarana lainnya seperti telephon dan lain sebagainya. Mereka saling berjabat tangan, memandang, menukar senyuman. Sebaliknya dalam kontak sosial sekunder, dua subyek yang mengadakan kontak menggunakan media atau sarana-sarana tertentu. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Ada empat bentuk interaksi sosial Soekanto, 2006; 65-97 yakni kerja sama, akomodasi, persaingan dan konflik. 1. Kerja Sama. Charles H. Cooley Soekanto, menyatakan bahwa kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya kepentingankepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerja sama yang dibangun. 2. Akomodasi Istilah akomodasi Soekanto,2006 68 dapat digunakan untuk menjelaskan suatu keadaan dan suatu proses. Sebagai suatu keadaan, akomodasi berarti adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Dan sebagai suatu proses, akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredam suatu pertentangan yaitu usaha-usaha untuk mencapai kestabilan. Ini berarti bahwa akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghacurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Akomodasi dapat terjadi melalui beberapa bentuk – Coercion, akomodasi dalam bentuk ini terjadi karena adanya pemaksaan, – Compromise, akomodasi yang terjadi di mana pihakpihak yang saling bertentangan sama-sama mengurangi tuntutannya masing-masing. – Arbitration, akomodasi yang terjadi karena kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan pertentangan melalui pihak ketiga. – Mediation, mediasi hampir sama dengan arbitrase, hanya saja pihak ketiga dalam mediasi hanya berfungsi sebagai penasehat dan tidak memiliki wewenang membuat keputusan untuk menyelesaikan perselisihan, – Conciliation, suatu usaha mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan bersama, – Toleration, suatu akomodasi tanpa persetujuan formal, – Stalemate, suatu akomodasi yang terjadi karena kedua belah pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang sehingga pada suatu titik berhenti dengan sendirinya dalam pertentangan. – Adjudication, penyelesaian perkara melalui pengadilan Tahap yang lebih lanjut dari akomodasi adalah asimilasi di mana seseorang yang memasuki suatu kelompok tertentu tidak lagi memandang perbedaan dirinya dengan kelompok yang dimasukinya, melainkan ia akan mengidentifikasikan dirinya dengan kepentingan dan tujuan kelompok yang dimasukinya. Faktor-fakto yang mempermudah terjadinya asilimilasi adalah adanya toleransi, kesempatan ekonomi yang sama, sikap saling menghargai, terbuka, adanya persamaan unsur kebudayaan, perkawinan campur dan adanya musuh bersama dari luar. Persaingan Soekanto, p. 83 dapat diartikan sebagai proses sosial di mana individu atau kelompok bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang langka tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. Kedudukan dan kesempatan dalam berusaha tidak mudah diperoleh, karena itu ia bersifat langka. Oleh karena ia bersifat langka, maka orang atau kelompok akan bersaing untuk memperolehnya. 5. Kontravensi dan Konflik Kontravensi Soekanto, pada hakekatnya merupakan bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Sebagaimana yang dikutip oleh Soekanto, Leopold von Wiese dan Howard Becker 1932, bab 19 merumuskan lima bentuk kontravensi yaitu – Perbuatan-perbuatan seperti penolakan, gangguan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguan-gangguan, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencan pihak lain; – Menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui surat selebran, mencerca, memfitnah dan lain sebagainya; – Mengumumkan rahasia pihak lain, perbuatan khianat dan seterusnya; – Menganggu atau membingungkan pihak lain. Contoh lain adalah memaksa pihak lain untuk menyesuaikan diri. Kontravensi dapat menimbulkan konflik sosial Sosial dan Struktur Sosial Masyarakat merupakan suatu sistem yang terorganisasi, dan sistem ini terjadi malalui interaksi antara individu dalam masyarakat. Oleh karena masyarakat merupakan suatu sistem yang terorganisasi, maka interaksi yang terjadi dalam masyarakat memiliki suatu pola Macionis, 1989150-156, Schaefer, 2006 104-111. Sebagai contoh keluarga merupakan suatu unit sosial yang tidak saja terdiri dari individu-individu, melainkan juga terdiri dari status dan peran. Artinya interaksi yang terjadi antara individu itu selalu terjadi dalam konteks peran dan status yang dimiliki oleh individu sebagai anggota keluarga itu. Ayah bukan sekedar pribadi yang berjenis kelamin laki-laki tetapi dalam konsep ayah’ itu sendiri terkandung peran dan status sosial, demikian halnya dengan ibu, anak dan anak-anak. Peran dan status dalam masyarakat atau dalam contoh kita keluarga membentuk struktur sosial dan oleh karenanya juga struktur interaksi. 6. Status dan Peran Sosial Status Status adalah posisi sosial yang diakui yang miliki oleh individu dalam masyarakat. Stiap status meliputi sejumlah hak, kewajiban dan harapan-harapan yang mengarahkan interaksi sosial. Ada dua jenis status yakni ascribed status dan achieved status. Ascribed status adalah posisi sosial yang dimiliki oleh seseorang karena kelahiran sedangkan achieved status adalah posisi sosial yang dimiliki oleh seseorang karena kemapuan dan usaha individu. Kemampuan ini dapat diukur secara signifikant. Peran Komponen kedua dari interaksi sosial adalah peran. Peran berkaitan dengan pola-pola tingkah laku seorang individu sesuai dengan status yang dimilikinya. Oleh karena itu peran merupakan ekspresi dinamis dari status. Dengan perkataan lain, siapa yang memiliki status tertentu TERIMA KASIH
Ayahmerupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil. Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimanaPengertian Individu, Keluarga, Masyarakat dan Perbedaannya. Apa yang dimaksud dengan individu, keluarga, masyarakat, perbedaan tugas dan fungsinya? Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan orang lain demi terciptanya hubungan komunikatif yang baik antar individu dalam bermasyarakat. Setiap individu, keluarga dan masyarakat memiliki relasi atau hubungan yang saling berkaitan satu sama lain. Hubungan ini yang dilandasi oleh nilai, norma serta aturan-aturan yang ada di antara komponen sosial tersebut. Individu tidak akan jelas asal usul identitasnya jika tanpa adanya suatu keluarga dan masyarakat yang dari lahir sudah menjadi latar belakang keberadaanya. Begitu juga sebaliknya, individu akan tetap berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya sendiri untuk membentuk perilaku yang memang menjadi jati dirinya. Semuanya disesuaikan dengan keselarasan keadaan dan kebiasaan yang memang telah ada pada dirinya. Lalu apa sih perbedaan individu, keluarga dan masyarakat? Yuk kita bahas Pengertian Individu Individu sendiri merupakan terjemahan dari kata latin individuum yang memiliki arti tidak terbagi. Individu bukan berarti manusia utuh yang sebagai suatu keseluruhan dan tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang memiliki keterbatasan, yaitu sebagai manusia perseorangan. Bukan hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, individu manusia juga mempunyai kepribadian dan pola tingkah laku spesifik tersendiri. Tiga aspek yang melekat pada persepsi terhadap individu adalah aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial. Jika terjadi kegoncangan pada salah satu aspek, aspek lain akan terpengaruh juga. Satu individu tidak akan memiliki identitas yang jelas tanpa adanya suatu masyrakat yang mendukung atas keterbentukan latar belakang keberadaanya. Individu akan selalu berusaha menempatkan jarak dan memproses dirinya sendiri sebelum membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang kemudian akan menjadi satu kesatuan pada dirinya. Manusia yang terlahir sebagai individu, selalu berada di tengah-tengah kelompok individu tertentu. Ini ditujukan untuk mematangkannya menjadi pribadi sesuai dengan lingkungan yang dapat membentuk pribadinya. Tidak semua lingkungan dapat menjadi faktor pendukung dalam pembentukan pribadi. Ada pula lingkungan yang malah menjadi penghambat proses pembentukan pribadi. Pengaruh lain yang juga mempengaruhi individu adalah lingkungan masyarakat. Peranannya cukup besar dalam proses pembentukan pribadi. Bukan hanya masyarakat yang mempengaruhi, individu juga memungkinkan untuk mempengaruhi masyarakat. Ini sangat diperlukan dalam kegiatan bermasyarakat dengan banyak orang Pengertian Keluarga Keluarga adalah bagian yang lebih besar dari sekelompok orang. Mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang disebut rumah sebagai tempat tinggal. Aktivitas yang dilakukan antar keluarga adalah tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang sama. Keluarga sendiri berasal dari bahasa Sansekerta kula dan warga “kulawarga” yang memiliki arti “anggota” dan “kelompok kerabat”. Keluarga dapat juga disebut sebagai lingkungan di mana beberapa individu yang masih memiliki hubungan darah. Mereka bersatu dan berkomunikasi intesn secara rutin. Keluarga inti ”nuclear family” umumnya terdiri dari ayah, ibu, dan anak mereka. Ada banyak peran yang terdapat di dalam sebuah individu. Peranan Ayah di keluarga adalah sebagai suami dari istri dan anak-anaknya, Umumnya memiliki peran sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung. Ia merupakan kepala keluarga yang harus senantisa memberikan rasa aman terhadap keluarga. Berperan juga sebagai anggota dari kelompok sosial dan masyarakat di lingkungannya. Peranan Ibu dalam keluarga adalah sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Umumnya ibu memiliki peranan untuk mengurus rumah tangga. Bertindak sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya. Menjadi pelindung untuk keluarga. Dengan tetap menjalani peran dari anggota masyarakat di lingkungannya. Tak jarang pula, banyak juga para ibu yang dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan untuk keluarganya. Peran Anak dalam keluarga adalah melaksanakan peranan psikosial. Peranannya disesuaikan dengan tingkat perkembangannya. Baik dari segi fisik, mental, sosial, maupun spiritual. Tugas-tugas Keluarga Pemeliharaan terhadap fisik keluarganya. Pemeliharaan terhadap sumber daya dalam keluarga. Pembagian tugas kepada masing-masing anggotanya dan disesuaikan dengan kedudukan masing-masing. Melakukan sosialisasi antar anggota keluarga. Menjaga ketertiban anggota keluarga. Menyemangati dan saling dukung antar para anggotanya. Fungsi Keluarga Fungsi keluarga dalam pendidikan menekankan tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anggota keluarga mereka yang memerlukan pendidikan untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak ketika dewasa. Fungsi keluarga dalam sosialisasi anak adalah bertugas menjalankan fungsi mengenai bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik di luar lingkunan keluarga. Fungsi keluarga dalam perlindungan anggotanya adalah melindungi anak atau anggota keluarga dari tindakan-tindakan yang tidak baik yang dapat merugikan, sehingga anggota keluarga akan merasa terlindung dan merasa aman di sekeliling satu sama lain. Fungsi keluarga dalam perasaan adalah untuk menjaga secara instuitif . Menuntut untuk merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota lainnya. Dapat dilakukan dengan berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga akan tercipta rasa saling pengertian satu sama lain. Ini akan berpengaruh terhadap keharmonisan dalam keluarga. Fungsi keluarga untuk keperluan religius adalah memperkenalkan dan mengarahkan anak dan anggota keluarga yang lain ke dalam kehidupan beragama. Tugas kepala keluarga sangat penting dalam hal ini. Orang tua harus selalu menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang berperan untuk mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain pula setelah di dunia ini. Fungsi keluarga untuk keperluan ekonomis adalah tugas kepala keluarga dalam mencari sumber-sumber kehidupan. Ini dilakukan untuk memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu. Dengan demikian maka kebutuhan-kebutuhan keluarga dapat terpenuhi dengan sedemikian rupa. Fungsi keluarga dalam keperluan rekreatif tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi. Namun juga dapat dilakukan dengan cara selalu menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga. Hal ini dilakukan dengan cara nonton TV bersama, berbagi cerita dan lain sebagainya Fungsi keluarga dalam kepentingan biologis adalah peran utama keluarga untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus yang mewarisi darah dan jiwa orang tua. Dapat dilakukan dengan mulai memberikan kasih sayang dan saling perhatian antar anggota keluarga. Sehingga dapat membina pendewasaan kepribadian dari setiap anggota keluarga. Masyarakat Dari bahasa inggris society, dan berasal dari kata socius yang memiliki arti kawan. Adapun pengertian lain dari kata masyarakat berasal dari bahasa arab yang memiliki arti berkumpul dan bekerja sama. Kegiatan saling berkumpul dan bekerjasama ini dikarenakan adanya bentuk-bentuk aturan hidup yang diciptakan bukan disebabkan oleh manusia yang pada dasarnya sebagai perseorangan, melainkan oleh kekuatan lainnya yang ada dalam lingkungan sosial dan merupakan kesatuan. Masyarakat juga merupakan sebuah kesatuan sosial yang secara tidak langsung memiliki ikatan-ikatan tertentu yang sangat erat. Walaupun masyarakat terdiri dari individu-individu yang relatif mandiri, dengan hidup bersama dalam jangka waktu yang cukup lama pada sebuah wilayah tertentu menuntut manusia untuk bersosialisasi satu sama lain. Sebagian besar pekerjaan dan kegiatan dilakukan dengan berkelompok 6onv. 343 484 402 235 311 418 309 152 480