Berita tentang bencana tanah longsor sering kita dengar dari televisi atau membacanya di media cetak. Tanah longor yang terjadi tiba-tiba, membuat banyak korban berjatuhan. Untuk mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor, kita harus memiliki cara mencegah tanah longsor. Kita harus tahu lebih dahulu penyebab dan pencegahan terhadap bencana alam Akan Terjadi Bencana LongsorSehabis hujan, tampak retakan pada lerengKerikil berjatuhan, tebing terlihat kurang kokoh atau rapuhTiba-tiba timbul mata air baruGenangan air saat musim hujan akan lenyap saat akan terjadi longsorPintu maupun jendela sukar terbukaPepohonan tampak miringHalaman rumah atau dalam rumah yang mendadak amblesNah, berikut adalah penjelasan mengenai penyebab tanah longsor 1. Tingginya curah hujan – Curah hujan yang tinggi adalah salah satu penyebab terjadinya bencana longsor. Ketika musim kemarau panjang, tanah akan kering dan membentuk pori-pori tanah rongga tanah dan selanjutnya terjadi keretakan pada tanah tersebut. Apabila hujan datang, otomatis air hujan akan masuk ke dalam rongga tanah atau pori-pori tanah yang terbuka tadi. Air hujan yang telah memenuhi rongga, menyebabkan terjadinya pergeseran tanah. Yang akhirnya mengakibatkan longsor dan erosi Hancurnya bebatuan – Batu yang rentan longsor adalah bebatuan yang berada di lereng, dengan jenis batu yaitu sedimen kecil dan batuan endapan yang berasal dari gunung berapi. Biasanya batu di lereng itu sifatnya lapuk atau tidak memiliki kekuatan dan mudah hancur menjadi tanah, inilah pemicu terjadinya tanah Tumpukan sampah – Sampah yang menumpuk tidak hanya menjadi penyebab banjir, akan tetapi juga tanah longsor. Ya, sampah sebagai pemicu longsor bila sampah tersebut telah menggunung ditambah dengan tekanan dari air hujan berintensitas Hutan gundul – Penebangan hutan secara liar yang mengakibatkan memberikan dampak akibat hutan gundul dapat berdampak pada terjadinya bencana longsor. Seperti kita tahu, pohon-pohon yang ada di lereng bukit atau pepohonan di hutan sekitar, akarnya bemanfaat untuk menyimpan air dan memperkuat struktur tanah. Sehingga tanah akan tetap kokoh dan tidak Getaran – Getaran kecil yang disebabkan oleh lalu lintas kendaraan di sekitar lereng perbukitan, tidak secara langsung mengakibatkan tanah jadi longsor. Tetapi berproses, pertama jalanan di lereng bukit yang sering dilewati kendaraan perlahan akan mengalami keretakan yang jika dibiarkan, lama-lama akan longsor. Sementara getaran besar yang langsung menyebabkan tanah longsor antara lain diakibatkan oleh bahan peledak atau gempa Erosi – Erosi merupakan pengikisan tanah. Penyebabnya bermacam-macam, salah satunya adalah aliran sungai yang terus mengikis tebing di sekelilingnya. Terlebih jika tebing itu tidak memiliki penahan berupa pepohonan, maka kemungkinan besar tanah pada tebing bisa longsor. baca cara mencegah erosi tanah7. Bendungan susut – Turunnya permukaan tanah dan timbulnya retakan diakibatkan oleh penyusutan muka air danau atau bendungan dengan cepat. Penyusutan ini berdampak pula pada hilangnya gaya penahan dengan kemiringan 220o berpotensi untuk Lereng dan tebing yang terjal – Proses pembentukan lereng atau tebing terjal adalah lewatnya angin dan air di sekitar lereng yang berdampak pada pengikisan lereng tersebut. Waspada jika di sekitar tempat tinggal terdapat tebing atau lereng terjal, karena rawan tanah longsor. baca perbedaan dataran tinggi dan dataran rendah9. Menumpuknya material – Banyak warga yang ingin melakukan perluasan pemukiman dengan cara menimbun lembah atau memotong tebing. Tanah yang digunakan untuk menimbun lembah, belum benar-benar padat, jadi tatkala proses terjadinya hujan tiba-tiba mengguyur dapat menimbulkan retakan dan permukaan tanah yang Longsoran lama – Dalam memilih daerah tempat tinggal, hindari daerah yang pernah mengalami tanah longsor karena daerah tersebut rawan longsor kembali. Tanahnya rentan gugur apalagi bila ada tekanan dari angin, air, dan Kelebihan beban – Adanya beban yang terlampau berat akan memberi tekanan pada tanah, sehingga tanah mudah longsor. Contohnya adalah adanya rumah, pemukiman di lereng, kendaraan yang lalu lalang di tikungan Tanah tak padat – Tanah yang tidak padat contohnya adalah tanah liat. Sifat tanah yang pecah ketika pada pembagian musim seperti musim kemarau atau kering melanda dan lembek saat terkena curah hujan tinggi menyebabkan rawan mengalami longsor. Tanah yang kurang lebih ketebalannya 2,5 meter akan longsor jika terdapat pada kemiringan atau sudut lereng Ada lahan pertanian di lereng – Penataan lahan pertanian maupun perkebunan yang buruk akan berdampak pada timbulnya bencana longsor. Tanaman pertanian dan perkebunan memiliki akar yang kecil dan tidak cukup kokoh untuk menjaga struktur tanah tetap kuat. Pepohonan ditebang seenaknya untuk membuka lahan perkebunan dan pertanian tanpa mempertimbangkan efeknya. Pepohonan yang ditebang fungsinya memperkuat tanah dan akarnya mampu menyerap air, dan untuk menghindari penyebab pemanasan global sehingga ketika curah hujan tinggi, tidak akan terjadi bencana longsor maupun Bencana Tanah LongsorHindari membangun rumah di bawah atau dekat tebingBuat sengkedan atau terasering di lereng terjal kalau membentuk pemukiman di sanaHindari buka kolam atau perkebunan di lereng yang dekat dengan pemukiman wargaApabila terlihat ada retakan, segera tutup retakan tersebut dengan tanah yang kemudian dipadatkan supaya air hujan tidak bisa menerobos celah-celah tanahHindari pemotongan tebing jadi tegakPenebangan pohon di sekitar lereng sebaiknya jangan dilakukanPemukiman yang didirikan di tepian sungai, rentan terkena erosi. Jadi cari daerah lain yang lebih aman bila ingin mendirikan rumahPembuatan saluran pembuangan air SPA yang otomatis bisa menjadi saluran penampungan air tanah SPAT. Saat curah hujan tengah tinggi saluran menjadi SPA, tetapi ketika intensitas hujan rendah dapat berubah menjadi SPAT baca manfaat curah hujan yang tinggiMenanam jenis tanaman keras dan ringan, memiliki perakaran dalam di wilayah curamPengembangan usaha tani ramah longsor lahan, sebagai contoh menanam hijauan makanan ternak dengan cara panen ketika tanah longsor terjadiSigap melakukan penyelamatan dan memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat pada korban. Hal ini pun dilakuan agar korban bencana tidak bertambah banyakMelakukan rehabilitasi, memulihkan kondisi korban beserta sarana dn prasarana. Contohnya keadaan ekonomi dan sosial, termasuk sarana transportasiPengkajian terhadap perkembangan tanah longsor dan cara pengendalianBila bencana sudah susah untuk dikendalikan, maka harus menyiapkan relokasi para korban bencana Tanaman Pengendali LongsorBanyak jenis tanaman yang tidak kita ketahui untuk pengendali longsor yang dapat merugikan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Jenis tanamannya memang langka, namun memiliki banyak kandungan yang bisa menjadi pengendali adalah jenis tanaman pengendali longsor 1. Pepohonan dengan sifat akar tunggang yang dalam dan banyak akar cabang1. Pohon kemiri Aleurites Moluccana – Biji kemiri banyak dipakai sebagai minyak dan juga rempah-rempah. Tinggi pohon kemiri bisa sampai 40 meter. Daunnya berbentuk bulat telur atau lonjong dengan diameter sekitar 30 Laban Vitex Pubescens – Umumnya pohon laban ini memiliki tinggi 10 sampai dengan 15 meter. Laban banyak tumbuh di seluruh wilayah Indonesia, utamanya di tanah kering dan hutan-hutan. Batang yang keras dan bengkok, tak menghasilkan kayu panjang. Banyak dimanfaatkan untuk pembuatan arang dan perintis di hutan yang gundul. Karena sifat laban yang cepat tumbuh, jadi hutan dapat dengan cepat kembali Dlingsem Homalium Tomentosum – Dlingsem ini banyak dikenal orang dengan sebutan kayu batu, kayu kerbau, momala, dan Bungur Lagerstroemia Speciosa – Bungur biasanya berbentuk perdu atau pohon. Bunga bungur apabila mekar bersamaan akan tampak sangat indah dengan warna merah jambu cerah. Pohon bungur banyak ditanam di tepi jalan raya, tepian sungai, atau halaman dan pekarangan Mindi Melia Azedarach – Mindi adalah jenis pohon bercabang banyak yang kulit batangnya berwarna cokelat tua dan bersisik. Pohon yang bisa tumbuh hingga 20 meter ini dapat dijumpai di tepian jalan, dekat daerah pesisir, dataran tinggi maupun rendah. Pohon bisa tumbuh dengan cepat dan ditanam di wilayah beriklim tropis atau sub Johar Cassia Siamea – Pohon yang mempunyai batang pendek lurus ini, kulit batangnya abu-abu kecokelatan. Manfaatnya adalah sebagai pohon penaung yang banyak ditanam di perkebunan kopi atau teh, dan dapat menghalangi Lamtoro merah Acacia Villosa – Lamtoro merah mengandung senyawa anti toksik dan nutrisi yaitu polifenol dan asam amino non protein AANP.8. Ampupu Eucalyptus Alba – Ampupu dapat ditemukan di wilayah Indonesia bagian timur. Ampupu dimanfaatkan sebagai kayu bakar, bahan pulp, gergajian. Pertumbuhan tanaman ini tergolong sangat cepat dan kadar minyak yang terkandung pada daun ampupu termasuk Petai Cina Leucaena Glauca – Tanaman berkayu dengan tinggi hingga 20 meter. Dengan akar tunggang, batang tegak lurus dan Pepohonan dengan sifat akar tunggang yang dalam dan akar cabang sedikit1. Mahoni berdaun besar Swietenia Macrophylla – Pohon mahoni ini berfungsi sebagai penyaring udara dan dapat membuat polusi udara di lingkungan berkurang hingga 69%. Akar-akar pohon bisa menyimpan cadangan air. Buahnya dapat dimanfaatkan sebagai obat kolesterol, penyumbatan aliran darah, dan penangkal radikal Rengas Gluta Renghas – Pohon rengas bisa mencapai ketinggian 50 meter dengan getah beracun sehingga bisa membuat kulit iritasi dan luka. Warna kulit batang merah kecokelatan, merah jingga, sampai cokelat Jati Tectona Grandis – Pohon jati dapat menghasilkan kayu bermutu baik. Pohonnya mempunyai batang lurus dan tumbuh sampai 40 meter. Daunnya lebar dan besar, meranggas ketika musim Kesambi Schleichera Oleosa – Kesambi atau kosambi adalah pohon yang bisa tumbuh pada daerah yang kering. Dapat menghasilkan minyak. Kesambi berasal dari Sono Kembang Pterocarpus Indicus – Sono kembang dapat tumbuh sangat besar di hutan rimba, sampai 40 meter. Batang bonggol dengan kulit kayu abu-abu Sono Keling Dalbergia Sissoides – Angsana atau sebutan lain sono keling dapat ditemui di hutan-hutan nusantara. Dengan persebaran paling banyak di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Banyak dipakai untuk perabotan rumah karena sifatnya yang kuat, indah, dan yang mempunyai akar tunggang dengan akar cabang sedikit, selain beberapa contoh di atas, ada pula yang lainnya. Diantaranya Dalbergia Latifolia, Trengguli Casia Fistula, Tayuman Bauhinia Hirsula, Asam Jawa Tamarindus Indicus, dan Pilang Acacia Leucophloea.
Bencana alam merupakan peristiwa alam baca fenomena alam yang menakjubkan di dunia yang menyebabkan kerugian di berbagai sudut. Bencana alam ini dapat disebabkan karena murni kejadian alam maupun disebabkan karena adanya ulah manusia. Ada banyak sekali jenis bencana alam di dunia ini seperti gunung meletus baca penyebab terjadinya gunung meletus, gempa bumi baca akibat gempa bumi, banjir baca banjir bandang, banjir rob, tanah longsor baca jenis- jenis longsor, kebakaran hutan baca penyebab kebakaran hutan, dan lain sebagainya. Bencana- bencana alam tersebut sangat sering melanda di wilayah negara kesempatan kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai salah satu bencana alam, yakni tanah longsor. Kita akan membahas mengenai apa saja yang menjadi penyebab terjadinya tanah longor dan juga apa saja dampak- dampak yang dapat ditimbulkan dari adanya tanah longsor Terjadinya Tanah LongsorBencana tanah longsor tidak terjadi hanya begitu saja. Tentu saja bencana ini dapat terjadi karena adaya berbagai faktor yang mendukung terjadinya bencana ini. Apa sajakah faktor- faktor atau berbagai hal yang mendukung terjadinya bencana tanah longsor ini? Berikut ini merupakan beberapa hal yang menyebabkan terjadinya tanah longsorAdanya hujan yang sangat lebat dan dalam durasi waktu yang cukup lamaHujan baca proses terjadinya hujan memang menjadi penyebab utama terjadinya tanah longsor. Ancaman terjadinya tanah longsor ini biasanya mulai pada bulan November. Hal ini karena sebelumnya terjadi musim kemarau yang akan mengakibatkan air di permukaan tanah baca ciri-ciri air permukaan menjadi menguap dalam jumlah yang besar. Penguapan ini kemudian akan menyebabkan munculnya pori- pori tanah dan juga retakan- retakan. Ketika hujan turun, air dengan cepat mengisi retakan- retakan tersebut dan menjadikan tanah mengembang dengan cepat. Hal ini juga akan menyebabkan air mengalami kejenuhan dalam waktu yang sangat singkat. Hal inilah yang sangat memicu terjadinya tanah longsor, terutama di daerah- daerah yang tidak ada pembentengnya sama tanah yag kurang padat dan kurang tebalStruktur tanah baca struktur Bumi ternyata juga mempengaruhi terjadinya tanah longsor. Struktur tanah yang kurang padat dan juga kurang tebal akan menyebabkan potensi terjadinya tanah longsor. Jenis tanah yang mempunyai struktur kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat yeng memiliki ketebalan lebih dari 2,5 meter dan sudut lereng lebih dari 220. Selain tanah ini mempunyai potensi yang sangat besar akan terjadinya tanah longsor, tanah ini juga sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena akan menjadi sangat lembek jika terkena air dan akan retak jika terkena batuan yang kurang kuatSelain struktur tanah, ternyata struktur batuan juga mempengaruhi terjadiya tanah longor. Batuan endapan gunung berapi dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran kerikil umumnya kurag kuat sehingga mudah sekali untuk terjadi tanah tata lahanLahan yang mempunyai lereng yang terjal akan sangat mudah terjadi tenah longsor daripada lahan yang dibuat tanahAdanya erosi tanah atau pengikisan tanah akan sangat mendukung terjadinya tanah longsor. Hal ini tentu saja akan membuat kepadatan tanah menjadi berkurang. Erosi tanah ini bisasanya dilakukan oleh air sungai maupun akibat penggundulan getaranGetaran yang menyerang bumi merupakan salah satu faktor yang sangat mendorong terjadinya tanah longsor. Getaran- getaran ini bisa bersumber dari gempa Bumi, ledakan gunung berapi, mesin, maupun karena arus lalu beban tambahanPotensi tanah longor yang kuat akan terjadi apabila di tanah lereng terdapat beban tambahan seperti bangunan dan kendaraan yang lalu danau dan bendungan yang menyusutAir danau baca macam-macam danau dan bendungan yang menyusut secara cepat akan menyebabkan gaya penahan lereng menjadi metri timbunan pada tebingTanah timbunan bekas pemotongan tebing yang belum terpadatkan secara sempurna dapat menjadikan tanah longsor di wilayah beberapa hal yang dapat menyebabkan tanah longsor. Selain penyebab yang telah disebutkan di atas, masih banyak penyebab- penyebab lainnya baik yang kita sadari maupun yang tidak kita yang kita ketahui bersama bahwasannya bencana alam pastilah menimbulkan berbagai macam dampak. Sebagian besar dampak yang ditimbulkan adalah dampak negatif, meskipun terkadang dibalik dampak negatif juga terselip dampak positif namun jumlahnya sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Seperti halnya jenis bencana alam lainnya, tanah longsor juga menimbulkan berbagai dampak yang merugikan bagi makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Beberapa dampak yang akan ditimbulkan oleh tanah longsor antara lain adalah sebagai berikutMenimbulkan banyak korban jiwaHampir semua bencana alam dapat menimbulkan banyak korban jiwa, tidak terkecuali bencana alam berupa tanah longsor ini. Alasan mengapa tanah longsor ini seringkali menimbulkan korban jiwa karena pada umumnya atau bisasanya tanah longsir ini terjadi ketika hujan yang turun sangat deras. Ketika hujan turun dengan derasnya pastilah orang- orang akan berkumpul di dalam rumah untuk dapat menghindari turunya longsor ini juga merupakan bencana alam yang turunnya selalu dengan cara yang tiba- tiba. Karena datanganya yang tiba- tiba inilah masyarakat yang ada di dalam rumah akan kesulitan dan tidak sempat untuk menyelamatkan diri. Orang- orang akan tertimpa reruntuhan rumah atau bahkan akan tertimbun oleh tanah atau bebatuan yang berada di kerusakan infrastukturAkibat tanah longsor akan kita dapatkan kerusakan berbagai infrastuktur bangunan di sekitar lokasi bencana alam. Pada umumnya infrastuktur yang paling banyak terjadi kerusakan adalah pemukiman atau rumah- rumah itu kemungkinan karena jumlah rumah atau pemukiman penduduk yang paling banyak. Namun perlu kita ketahui bersama bahwasannya selain rumah atau pemukiman warga, juga masih banyak infrastuktur lainnya yang kemungkinan rusak seperti sarana pendidikan, sarana kesehatan dan juga tempat untuk melakukan aktivitas ibadah. Kerusakan infrastuktur yang ditimbulkan karena bencana tanah longsor ini bisa dikatakan sangat besar dan hal ini tentu saja akan mempunyai nilai materi yang sangat besar. Sehingga dapat kita menilai bersama bahwasannya tanah longsor ini merupakan bencana alam yang sangat merugikan, baim secara metari maupun non mata pencaharian masyarakatPada umumnya bencana tanah longsor ini akan terjadi di daerah pegunungan dimana banyak masyarakat yang berkerja sebagai petani baik mengolah tanah sawah maupun ladang mapun juga peternakan. Ketika bencana tanah longsor ini menyerang maka sebagain dari tanah yang diolah sebagai sumber mata pencaharian akan rusak. Hal ini tentu saja akan menyebabkan lahan menjadi rusak dan sumber mata pencaharian masyarakat yang ada di sekitarnya semakin menurun dan rusak. Akibatnya, banyak masyarakat yang akan kehilangan mata sanitasi lingkunganTanah longsor juga akan menimbulkan kerusakan pada sanitasi lingkungan. Akibatnya sanitasi lingkungan menjadi buruk. Ketika tanah longsor menyerang maka saluran air bersih juga akan terputus. Padahal kita semua telah mengetahui bahwa air merupakan elemen yang sangat menunjang kehidupan manusia. Hal ini akan secara otomatis membuat sanitasi lingkungan menjadi sangat berbagai macam bibit penyakitDampak yang ditimbulkan selanjutnya adalah merebaknya bibit penyakit. Hal seperti ini hampir dapat kita temui di berbagai bencana alam. Meskipun bukan dampak secara langsung namun tanah longsor dapat merusak pemukiman warga. Hal ini akan membuat warga harus mengungsi. Di tempat pengungsian inilah seringkali timbul berbagai macam jenis penyakit. Hal ini dapat didukung oleh berbagai faktor yang terdapat dalam lingkungan baca fungsi lingkungan hidup pengungsian bebrapa dampak yang dapat ditimbulkan dari adanya tanah longsor. Selain dampak yang telah disebutkan di atas, pastilah ada dampak- dampak lainnya yang bisa dirasakan oleh manusia baik yang disadari oleh manuisa maupun yang tidak disadari.
PenanggulanganBencana A. Upaya Menanggulangi Banjir Menjaga lingukungan sekitar Yang utama adalah menjaga lingkungan sungai atau selokan, sungai sebaiknya di pelihara dengan baik. Jangan membuang sampah ke selokan. Sungai atau selokan jangan di jadikan tempat pembuangan sampah Hindari membuat rumah di pinggiran sungai
Jakarta - Upaya mitigasi tanah longsor perlu diketahui oleh masyarakat terutama bagi yang berada dan/atau tinggal di lokasi rawan tanah longsor. Hal ini sebagai tindakan mengurangi dampak yang disebabkan bencana tanah longsorUntuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan mitigasi bencana tanah longsor dan langkah-langkah upayanya berikut umum, terkait mitigasi bencana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman melansir situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM RI, tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, yang bergerak ke bawah atau keluar mitigasi tanah longsor adalah serangkaian upaya untuk mengurangi dampak atau risiko yang disebabkan tanah longsor terhadap masyarakat yang berada dan/atau tinggal di kawasan rawan Tanah Longsor Foto Ilustrasi longsor Andhika-detikcomLangkah-langkah Mitigasi Tanah LongsorMitigasi tanah longsor terdiri dari mitigasi sebelum, saat dan sesudah tanah longsor terjadi bencana. Melansir situs resmi BPBD Balikpapan, berikut ini langkah-langkah upaya mitigasi bencana tanah longsor sebelum, saat, dan sesudah Sebelum Bencana Tanah LongsorLakukan pemetaan daerah tempat tanda-tanda terjadi longsor pada daerah yang berlereng hujan lebat terus menerus, muncul rembesan, muncul retakan, warna air sungai keruh jika ada potensi banjir lingkungan bila terdapat kemungkinan terjadi langkah-langkah pengurangan risiko ikut aktif bersama masyarakat yang ada di daerah rawan longsor rutin melakukan patroli termasuk kontrol aliran sungai di lereng bagian atas, jika terjadi pembendungan dapat berpotensi terjadi banjir bandang.Jika tanda-tanda longsor sudah terlihat maka pertimbangkan untuk mengungsi ke tempat yang Saat Bencana Tanah LongsorJangan panik dan tetap tenang, karena kondisi panik akan mengakibatkan kita tidak dapat bertindak tinggalkan rumah, jika tanah longsor terjadi di sekitar rumah kita. Berlindunglah ke tempat yang aman dan jangan mendekati daerah longsor karena longsor susulan masih mungkin memungkinkan bantu keluarga dan orang lain yang mengalami situasi sulit akibat petugas di lingkungan tempat kondisi di sekitar tempat kita tinggal membahayakan, terus informasi, apabila informasi menyatakan kondisi belum aman, jangan dulu kembali ke Sesudah Bencana Tanah LongsorJauhi kawasan yang terkena longsor dan tetap berada ditempat yang terus informasi untuk memastikan kita sudah berada ditempat yang tepat dan pertolongan bagi yang membutuhkan tanpa membahayakan keselamatan diri kondisi dan kejadian dengan singkat dan ke rumah jika situasi dan kondisi di tempat kita tinggal sudah dinyatakan perintah relokasi apabila telah diputuskan oleh pihak yang penjelasan informasi langkah-langkah upaya mitigasi tanah longsor yang dilakukan sebelum, saat dan sesudah bencana terjadi. Semoga bermanfaat!Simak juga 'Update Korban Longsor di Natuna 15 Orang Tewas, 6 Telah Teridentifikasi'[GambasVideo 20detik] wia/imk
pDsbR. 228 368 48 236 43 280 125 305 323